WELCOME

Sabtu, 11 Desember 2010

Giliran Linux dan Microsoft yang Ditantang Google



Sistem operasi Chrome
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Tak berhenti pada Android, Google kini membidik sistem operasi untuk komputer. Melalui Chrome, Google menyiapkan pesaing untuk Microsoft dan Linux.

OS Chrome akan diluncurkan sebagai trial programme, sehingga pengguna dapat mendaftar secara online, Selanjutnya Google akan menawarkan OS tersebut secara pre-installed yang bisa di pasang pada komputer pabrikan besar seperti Acer dan Samsung.

Meski rencana awalnya diperuntukkan sebagai trial programme yang hanya akan tersedia pada skala kecil, pada saatnya nanti sistem operasi baru Google itu akan ditawarkan sebagai pilihan standar ketika konsumen membeli laptop atau komputer.

Linus Upson dan Sundar Pichai yang menulis pada Google Blog menuliskan bahwa notebook untuk pengujian mereka berwarna hitam, tak bermerek, tak berlogo, tak berstiker, dan tak ada apa-apa. Notebook itu hanya memiliki layar berukuran 12.1 inci, keyboard penuh dan panel sentuh, dan memiliki jaringan 3G terintegrasi dari Verizon, delapan jam daya tahan baterai dan delapan hari pada posisi stand by. Notebook Chrome dirancang untuk menjangkau internet secara instan,"

Para teknisi Google menambahkan bahwa "hanya dengan melakukan log in, semua aplikasi anda, bookmarks dan pengaturan browser lainnya sudah tersedia. pengaturan sebuah mesin baru memakan waktu kurang dari satu menit. Pada tahap awal ini, kami rasakan tak ada sistem operasi pelanggan atau bisnis yang lebih aman."

BBC melaporkan bahwa Google telah menunda kehadiran laptop merek sendiri, tetapi sumber di perusahaan itu mengatakan nantinya Google akan meluncurkan sebuah model dengan merek Google.

Aplikasi Google Luncurkan OS Chrome

Aplikasi Google Luncurkan OS Chrome


JAKARTA--Google mengumumkan sistem operasi baru sebagai pesaing Microsoft dan Linux, Jumat (10/12) seperti dikutip Antara. Sistem operasi Chrome akan diluncurkan sebagai trial programme yaitu pengguna dapat mendaftar secara online dan akan ditawarkan OS tersebut secara pre-installed yang bisa di pasang pada komputer pabrikan besar seperti Acer dan Samsung.

Meski rencana awalnya diperuntukkan sebagai trial programme yang hanya akan tersedia pada skala kecil, pada saatnya nanti sistem operasi baru Google itu akan ditawarkan sebagai pilihan standar ketika konsumen membeli laptop atau komputer.

Linus Upson dan Sundar Pichai yang menulis pada Google Blog menuliskan bahwa notebook untuk pengujian mereka berwarna hitam, tak bermerek, tak berlogo, tak berstiker, dan tak ada apa-apa. Notebook itu hanya memiliki layar berukuran 12.1 inci, keyboard penuh dan panel sentuh, dan memiliki jaringan 3G terintegrasi dari Verizon, delapan jam daya tahan baterai dan delapan hari pada posisi stand by.

"Notebook Chrome dirancang untuk menjangkau internet secara instan," demikian rilis Google.

Para teknisi Google menambahkan bahwa "hanya dengan melakukan log in, semua aplikasi anda, bookmarks dan pengaturan browser lainnya sudah tersedia. pengaturan sebuah mesin baru memakan waktu kurang dari satu menit. Pada tahap awal ini, kami rasakan tak ada sistem operasi pelanggan atau bisnis yang lebih aman."

BBC melaporkan bahwa Google telah menunda kehadiran laptop merek sendiri, tetapi sumber di perusahaan itu mengatakan nantinya Google akan meluncurkan sebuah model dengan merek Google.

Kaspersky Lab Patenkan Teknologi Baru Kenali Spam

Kaspersky Lab Patenkan Teknologi Baru Kenali Spam

Ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kaspersky Lab, perusahan konten keamanan dan solusi manajemen ancaman, mengumumkan telah menerima paten dari Amerika Serikat untuk inovasi teknologi yang mengklasifikasikan pesan elektronik dengan tujuan mengidentifikasi spam.

Teknologi baru yang dipatenkan ini didasarkan pada sistem penggunaan kata kunci atau frase untuk mendeteksi spam. Teknologi baru ini telah didaftarkan oleh US Patent and Trademark Office pada tanggal 16 November 2010 dengan nomor paten 7,836,061.

Metode itu mengklasifikasi pesan teks elektronik berdasarkan daftar hirarkis dari kategori pesan yang dikenal sebagai rubricator. Setiap kategori didefinisikan oleh beberapa istilah kunci dan template teks.

Setiap pesan teks yang masuk dikategorikan dengan menghitung jumlah relatif untuk setiap kategori yang berisi istilah-istilah kunci yang ada di pesan, dan kemudian menentukan tingkat kesamaan dari masing-masing template.

Jika pesan teks berisi sejumlah kata kunci, atau cukup mirip dengan salah satu template yang ditentukan, serta cocok dengan salah satu kategori, maka pesan itu termasuk spam.

Metode ini juga memungkinkan untuk membuat kategori pesan secara manual dengan menggunakan istilah kunci atau template. Setiap kategori dapat dikelompokkan menjadi sub kategori untuk memberikan klasifikasi yang lebih tepat.

Untuk lebih meningkatkan dan menyederhanakan kategorisasi, pesan teks dapat diidentifikasi sebelumnya menggunakan teknik tertentu, seperti deteksi bahasa otomatis, menghapus kata-kata yang sering digunakan, seperti artikel atau preposisi, serta menyaring setiap gangguan.

"Spam merupakan salah satu ancaman yang paling mengganggu dan tidak menyenangkan, dan dengan adanya penurunan kualitas penyaringan secara cepat maka akan langsung dapat dirasakan oleh semua orang.

Karena itulah penting bagi kami untuk menjaga kualitas tinggi dari proteksi yang diberikan oleh komponen anti-spam produk kami dan terus mengembangkan teknologi baru," kata Andrey Nikishin, Director, Cloud & Content Technologies Research, dalam siaran pers.

"Kami senang bahwa prestasi penting Kaspersky Lab lainnya di bidang teknologi anti-spam telah menerima pengakuan yang sesuai dalam bentuk paten."

Pihak paten yang berwenang di Amerika Serikat, Rusia, Cina dan Eropa saat ini meneliti lebih dari tujuh puluh aplikasi paten dari Kaspersky Lab yang mencakup teknologi unik dan inovatif di bidang keamanan informasi.